Tampilkan postingan dengan label 24/7. Tampilkan semua postingan

24/7 "Anata ga Iru no Heaven" Chapter 3



Title             :  “24/7 anata ga iru no heaven”

Chapter 3     : Gumiho Girls
Author          :  Ali D.Blood
Cast              : – Jeon Jungkook -Suzy Bae -Song Mino -Mayu Watanabe
Length         : Chaptered/Series
Genre           : AU,Action,Adventure,Fantasy,Mystery,Supernartural
Rating         :  PG-16
Summary       :  







---- SUZY BAE ---


 aku membuka mataku perlahan setelah cahaya putih aneh terpancar entah dari mana asalnya. Sebuah tempat asing yang pasti bukan Museum Musim Semi tempat dimana cahaya datang.

 "kau tahu kita di mana Jungkook ?" tanyaku pada Jungkook

  "Kau tidak lihat... kita berada di hutan " Jawab jungkook enteng

  "Ayolah Jungkook kau biasanya bisa memecahkan suatu masalah !" Ucapku memelas

 "Sepintar-pintarnya diriku, aku memperlukian waktu untuk berfikir dan memproses keadaan yang terjadi di sekitarku,l jadi apakah boleh seorang pangeran yang sedang berdiri di hadapanmu ini boleh menyimpulkan bahwa pemandangan yang sedang kita lihat saat ini sama persis seperti yang ada di lukisan yang kau coba potret menggunakan kamera tua yang aku dapatkan dari toko tua pak tua park tadi, heah.... come on berilah aku sedikit waktu agar bisa mencerna semua kejadian ini ?" Jawab Jungkook yang seperti biasanya, menyebalkan , memuakan, namun dapat diandalkan di saat seperti ini. Walaupun memang perkataannya membuatku jengkel tapi tetap saja membantu. Tapi dengan perkataannya tadi aku baru sadar bahwa tempat dimana kakiku berpijak dan pemandangan yang aku lihat sekarang sama persis seperti yang ada di lukisan yang aku coba potret tadi "Jadi kita sedang berada di dalam lukisan" Cetusku asal

  "Bukan... kita tidak berada dalam lukisan tadi melainkan kita menuju masa lalu, masa dimana keadaan atau pemandangan ini sama seperti di lukisan"

 "Jadi, maksudmu kamera tua ini dapat..."

 "Aku kurang begitu mengerti... dan yakin 100% ,tapi yang terpenting kita harus mencari tahu cara . Untuk kita bisa kembali menuju ke masa kita "

 "Youl'll never know untill this cymera will bring new experience in your life" kata-kata Jungkook yang disampaikannya padaku saat kami sedang berada di kereta yang menuju sebuah desa kecil nan indah bernama 'San Go Hyun' itu benar-benar membuatku pusing tujuh keliling, Kata-katanya tadi dan kejadian yang aku alami saat ini seakan membuat semua darah yang mengalir dalam seluruh tubuhku mengalir lebih cepat menuju satu titik si kepalaku. Badanku lemas dan tidak sanggup lagi berdiri lagi kepalaku seakan mau meledak melihat kenyataan ini. rasa tidak percaya masih menghinggapi  pikiranku, kenapa aku berada di situasi seperti ini apakah ini karma ? Karma karena aku menyepelekan sebuah hal kecil, ya benar aku meremehkan kamera tua dari Pak Tua Park yang sampai sekarang masih berada di genggaman tanganku...

  "Hei... Suzy biarkan aku saja yang menyimpan kamera itu " tawar Jungkook kepadaku yang sepertinya mengetahui kalau aku sedang banyak pikiran dan pertanyaan di dalam otakku. Tanpa berpikir panjang aku memberikan kamera tua itu kepadanya "Jungkook maaf karena aku..."

 "Hentikan perkataan bodohmu itu Suzy, jernihkan pikiranmu, aku berjanji akan mengembalikan kita kembali ke tempat dimana kita terakhir berdiri tadi... aku berjanji, jadi jernihkan pikiranmu, atur dirimu, buang semua pikiran tentang sebuah kesalahan yang kau sendiri tidak tahu kenapa bisa terjadi. Okay " Mendengar perkataan Jungkook barusan aku tersentak dan baru mengerti kalau kepanikan dan pikiranku tentang hal-hal yang tidak berguna ini tidak ada artinya . Semuanya seakan menghilang setelah aku mendengarkan perkataan Jungkok pikiranku mulai jernih sekarang setidaknya untuk beberapa jam kedepan.

  "Onegai.. dare mo..." ( Tolong... siapapun tolong )

  Suara itu berasal di arah barat dari tempat kami berdiri suara itu berulang sampai tiga kali. Jungkook berlari menuju tempat suara itu berasal, aku berlari seraya menyusul dan melaraskan lariku dengan Jungkook tapi apa daya Jungkook lebih cepat 2x dariku.. oh tidak, mungkin dia jauh lebih dari perkiraanku 4x kecepatan berlariku... oh tuhan kenapa Jungkook cepat sekali berlarinya. Aku berlari sekuat tenaga untuk dapat menyusul Jungkook

  Seseorang berpakaian jepang tergeletak di tanah sekitar 20 meter dari tempat orang yang tergeletak tersebut arah selatan lebih tepatnya arah jam sepuluh dari tempatku berdiri terlihat Jungkook dengan gadis jepang yang memakai yukata berwarna pink duduk dibawah phon sakura yang sedang mekar. Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan sebelumnya tapi yang jelas Jungkook dan gadis itu tengah asik mengobrol...

  "Jungkook apa kau baik-baik saja " Tanyaku pada Jungkook saat aku menghampiri mereka berdua ditempat mereka berteduh , entah perasaan apa ini saat aku melihat gadis itu perasaanku seperti kacau berterbangan kemana-mana , bagaimana bisa wajah gadis itu sama persis seperti gadis yang selama ini berada di dalam buku gambar milik Jungkook. Mayu Watanabe , ya itulah nama yang selalu berada di pojok kanan bawah setiap gambar milik Jungkook yang menggambarkan sosok gadis jepang berparas ayu yang sedang berada dihadapanku ini.

 "Aku baik-baik saja, orang itu payah aku hanya menyarangkan satu tendangan ke wajahnya saja dia sudah terkapar. Bagaimana jika..."

 "Kau terkena tebasan pedangnya itu , heah " Potongku cepat seraya tidak percaya apa yang telah Jungkook katakan padaku. Bagaimana tidak aku melihat sebuah katana tergeletak disamping orang itu, bagaimana jika Jungkook terkena tebasan katana itu...bagaimana jika Jungkook tidak selamat gara-gara itu... bagaimana jika...

 "Bagaimana jika kita kembali ke awal saat aku menyuruhmu menjernihkan pikiran dan percaya bahwa aku akan membawa kita kembali ke masa kita, masa dimana kita terakhir berdiri dan bernafas sebelum berada di tempat ini, okay" Jungkook berbicara menyakinkanku seakan dia bisa mengatasi semuanya. Andai saja kau tahu Jungkook bahwa sekarang aku sangat mengkhawatirkanmu,terlepas dari hanya kau yang kumiliki saat ini

 "Come on Suzy aku tidak akan semudah itu terluka... astu tebasan dari pedang tumpulnya itu tidak akan berarti apa-apa ..."

 "Nara-kun Kanojo wa dare desuka ?"(Nara-kun dia(perempuan) itu siapa? ) ucap gadis itu

"Ouch shit aku sampai lupa.... Kanojo wa watashi no tomodachi desu, namae wa Haruna-san desu" (Dia (perempuan) temanku, namanya Haruna

 "Nee... Haruna-san "

 Haruna san apakah gadis itu memanggilku Harume ? apa yang sebenarnya Jungkook katakan sampai-sampai gadis ini bisa memanggilku dengan nama Harume " Suz..."

 "Hajimashite watashi namae wa Mayu Watanabe desu. Dozoo yorokusku onegaishimasu"(Perkenalkan namaku Mayu Watanabe, tolong bantuannya/ senang bertemu dengan anda) Gadis itu berbicara sebelum aku memulai bicara bahwa namaku sebenarnya adalah Suzy bukan Haruna.. tapi apa boleh buat inilah aku sekarang. Haruna adalah namaku sekarang. Eh tapi tunggu sebentar tadi ia bilang apa?.. aku aku mungkin tidak bisa bahasa Jepang tapi aku paham bahwa gadis itu tadi menyebut nama 'Mayu Watanabe' tadi...

 "Mayu Watanabe ?"

 "Hai, soo desu you ne " (Ya, benar *digunakan untuk membenarkan pernyataan lawan bicara ) Aku melihat kearah Jungkook... aku melihat senyum menghiasi wajahnya, aku tidak pernah paham cara berpikirnya, menurutku ia adalah orang yang sangat susah untuk dimengerti. Aku sangat suka caranya berpikir, caranya memecahkan suatu masalah,caranya memecahkan suasana dan cara pandangnya tentang hidup ini. Namun aku tidak tahu tentang caranya menutup diri , dia sangat tidak ingin seseorang atau orang lain masuk dalam pikirannya , szetidaknya itulah yang pernah ia katakan padaku..laki-laki yang susah untuk dimengerti ...

  "Suzy nanti malam kita akan menginap di rumah Mayu-chan sampai waktu yang belum ditentukan setidaknya sampai aku menyelesaikan tugasku disin...oh maaf maksudku sampai aku menemukan cara untuk kita kembali ke masa kita .

 "Tunggu... tadi kau bilang apa, tugas ?" aku mulai mencium hal yang aneh disini

 "Ya, benar tadi aku bilang tugas. Tugas untuk membuat kita kembali ke masa kita. " Jungkook berkata mantap. Dia tidak memperlihatkan ciri-ciri orang yang sedang berbohong padaku... tapi kenapa ? kenapa hatiku bilang kalau Jungkook sedeang berbohong dan ada yang aneh disini...

 "Hunny.. I'm serious and I'm so tired. I'm telling the truth please trust me !! " Jungkook menyakinkanku. Aku tidak mengerti bagaimana dia bisa tahu kalau aku meragukan perkataan Jungkook apakah aku menunjukan gelagat seperti orang yang sedang tidak percaya ?

  Matahari mulai hilang dari langit yang sedang aku pandang sekarang, langit yang tadi berwarna biru sekarang berwarna merah kekuning-kuningan. Semua pikiran tentang apa yang terjadi hari ini seakan hilang begitu saja saat aku melihat pemandangan indah yang sedang ada di depan dua bola mataku. Sebuah pemandangan yang aku ingin lihat sejak aku kecil "Hmmmmm segarnya udara disini... tidak ada polusi... andaikan masa dimana kita lahir memiliki udara sesegar dan sebersih ini tidak ada asap rokok, asap knalpot motor, asap pabrik, dan asap-asap lainnya, benar begitu kan Jungkook ?" tanyaku padanya sengaja karena dari tadi asik......sendiri bicara dengan gadis Jepang itu, dari mulai tempat kami pertama bertemu sampai sekarang saat menuju perjalanan ke rumahnya "Benar begitu kan Jungkook !!" aku meninggikan nada suaraku...

 "Benar... dan andai saja kau berdiri disana dan aku memfotomu untuk tugas observasi kita. Walaubagaimanapun entah apa yang sedang terjadi dengan kita, tugas tetaplah tugas, hal yang harus segera kita selesaikan. Di masa kita , kita tidak akan menemukan pemandangan yang seperti ini. Kesempatan yang kita dapatkan sekarang tidak akan berulang dua kalinya "

 "Lalu kau mau memfotoku pakai apa?" Tanyaku sewot

 "Pakai kamera ini " Jungkook menunjukan kamera tua yang ia dapatkan dari toko tua milik kakek Park itu

  "Pakai itu " cetusku tidak percaya

 "Sudahlah diam... kamera tua ini tidak akan membawa kita ketempat lain lagi aku berjanji " Jungkook menyakinkanku kalau kamera itu tidak akan mengakibatkan hal-hal yang aneh lagi " Jadi di foto apa ngga ?"

"Ya.. okelah " Jawabku mengiyakan



 Malam hari datang menyapa bulanpun telah menggantikan peran dari matahari untuk menyinari bumi ini, tak kusangka kata-kata "Setiap kejadian pasti ada hikmahnya " telah membuat cara pikirku tadi tentang "ini semua salahku... aku yang salah " dan segala pikiran ku tentang kejadian yang ku alami barusan berubah drastis. Apalagi pemandangan indah yang aku jumpai disini dan ditambah dengan perkataan Jungkook yang sangat menyakinkanku bahwa semua permasalahan pastia ada jalan keluarnya.

  "Hei... Haruna apa kau yakin tidak ingin makan makanan lezat ini ? Jungkook berteriak kepadaku

 "Ya.. sebentar, jika menghabiskan makanan itu... kubunuh kau !!!" Akuberteriak balik ke Jungkook

 "Yukkuri hanashite !!!" (Bicaralah dengan pelan) Mayu juga teriak setelah mendengar aku dan Jungkook bicara dengan nada yang tinggi, sekali lagi aku mungkin tidak bisa berbahasa Jepang dan bahasa Jepang yang aku mengerti hanya tiga. Pertama, Ohayou gozaimasu ; Kedua, Arigatao gozaimasu ; dan yang ketiga adalah Ikkeh-ikkeh kimochi hentai. Ok aku tahu yang ketiga mungkin membuatku seperti gadis mesum karena tahu apa maksud dari kata-kata tersebut. Tapi, yang jelas aku tahu kata-kata itu karena Jungkook. Firasatku bilang kalau sepertinya Mayu tidak suka kalau aku dan Jungkook berbicara dengan nada tinggi

 "Gomenasai Mayu-chan " ucap Jungkook sesaat setelah Mayu berkata 'Yukkuri hanashite'

 "Hmmmmm... nyummy " Hanya kata itulah yang bisa aku ucapkan sekarang setelah merasakan makanan yang disajikan Mayu kepadaku dan Jungkook. Aku berbisik ke Jungkook untuk bertanya apa bahasa Jepangnya "Masakan ini enak!!" dan dengan mudah Jungkook menjawab "Ucap saja Mayu-chan Anata wa yugure no sora o do oboete imasu ka !!!(Apa kau ingat tentang langit senja ?) Gitu mudahkan " Sepertinya ada yang aneh tapi entah kenapa aku menurut saja "Mayu-chan " ucapku coba memanggil Mayuyu

"Uun..." Mayuyu memperhatikanku, ouch apakah aku harus menggatakannya ? Perasaanku tidak enak "Mayu-chan Anata wa yugure no sora o do obete imasu ka !! " Apakah ada yang aneh? Apakah arti dari berkataanku barusan? Apakah Jungkook mengerjaiku ? "Nee.. nani ?" Apa,apa,apa Mayu tadi bilang apa ? "Nara kun..." Mayu meyerangkan tinjunya yang penuh tenaga kewajah Jungkook.Apakah arti dari perkataanku barusan adalah "Mayu mukamu kayak pantat" sehingga Mayu marah dan memukul wajah mesum Jungkook atau mungkin artinya "Mayu... penampilanmu kayak artis bokep" kalau dilihat dari penampilan....tentu tidak...tapi kalau... ah sudahlah, apa artinya "Mayu... payudaramu kayak buah melon" Ok yang terakhir terlalu porno. Woiii kenapa aku jadi gadis semesum ini... ini pasti gara-gara aku sering bersama Jungkook. Aku mengepalkan tinjuku dan langsung mengerahkannya ke wajah Jungkook..

  "Apa yang salah dariku ?" Tanya Jungkook padaku setelah melihatku ikut-ikutan Mayuyu memukul wajahnya

 "Itu karena aku sayang kamu " Jawabku enteng

"What....." Jungkook pingsan dengan darah bercucuran dari hidungnya


  Mayuyu membawa Jungkok ke kamarnya bermaksud untuk mengobatinya, memang agak kejam sih... tapi itu pantas untuk laki-laki mesum sepertinya. Aku melanjutkan makan midooriku yang baru aku sadari kalau Jungkook yang memasaknya walaupun tidak sepenuhnya Jungkook yang memasaknya... Mayuyu juga ikut membuatnya. Well berarti cuma aku disini yang tidak jago masak... baiklah selepas darisini aku akan memotong tangan mereka berdua eh maksudku setelah aku pulang dengan selamat dari tempat ini aku akan les memasak.

  Tas Jungkook tergeletak di samping kananku... semua resleting dari tasnya terbuka rasa penasaranku memuncak, aku mencoba melihat apa isi dari tas Jungkook aku menggeledahnya dan menemukan 10 powerbank dengan kapasitas 25.000 Mah, kamera tua, buku, alat tulis dan alat menggambar,bedak, lipstick ( lho? ), buku catatan, novel pemberianku, sebuah kunci aneh..bertuliskan pemperian Mino. Heah bukankan Mino sudah....

  Jungkook keluar dari kamar Mayuyu dengan bekas luka yang nyaris tidak ada "Wau apa Mayu murid dari Tsunade Senju" Ucapku dalm hati. Melihat Jungkook mengarah kearahku aku langsung menyembunyikan kunci mencurigakan yang aku temukan di dalam tas Jungkook tadi "Kembalikan semua barangku pada tempatnya" Cetus Jungkook setelah melihat semua barangnya tergeletak dilantai

  "Kau ini, apa yang kaucari di dalam tas ku"

  "Anu.. anu.. aku mau meminjam powerbankmu.. Hp ku lowbat " Aku coba beralasan

 "Oh... kalau begitu cepat rapikan semua barang-barangku, aku akan keteras dulu untuk melihat bintang-bintang"

 "Ouh... kalau begitu cepat pergi, hush,hush " Dan si mesum itupun pergi ke teras rumah tanpa mengetahui kalau aku ini sebenarnya suka makan kimchi (Ngga nyambung ) "Untung Jungkook tidak menyadarinya " Ucapku lega dalam hati. Aku pergi keteras menyusul Jungkook dan duduk di samping kanannya "Apakah Mayuyu sudah tidur?" Tanyaku berusaha untuk memulai sebuah percakapan "Yup, ia tertidur lelap sekali, sepertinya ia kelelahan " Tanggap enteng Jungkook

 Mayu Watanabe melihatnya dengan Jungkook seharian ini, aku dapat menyimpulkan bahwa  Mayu dengan Jungkook sudah saling kenal sebelumnya atau bisa dibilang sudah saling menegrti satu sama lain . Dan bahasa Jepang, darimana Jungkook bisa bahasa Jepang ? "Jungkook darimana kau bisa bahasa Jepang ?"

 "Dulu saat umurku 13 tahun aku dan Mino belajar bahasa Jepang bersama lewat anime, dan lagu-lagu Jepang "

 "Tapi kenapa kau bisa selancar itu ?"

 "Dua bulan sebelum Mino dikabarkan meninggal aku dan dia mendapatkan gelar kaiwa dari tempat kami belajar bahasa Jepang "

 "Kaiwa ? "

 "Iya... Kaiwa advance. Itu level tertinggi dalam belajar bahasa Jepang"

 "Wau... tapi kenapa aku tidak menyadari sebelumnya "

 "Itu karena kami mendapatkan gelar kaiwa tersebut dalam waktu satu bulan saja. Dan saat aku dan Mino belajar bahasa Jepang, kau bersama keluargamu sedang menikmati liburan di Bali "

 "Jadi ,saat aku sedang libuaran di Bali kalian ?"

 "Iyalahh !! Memangnya kau pernah melihatku liburan ?"

 "Iya sih aku memang aku tidak pernah melihatmu liburan, tapi kau kan pernah bilang kalau jika Mantoki bersama berasa seperti liburan bagimu"

 "Itu karena kalian bertiga sudah cukup membuatku bahagia !"

 "Kalian bertiga ? kupikir anggota mantoki cuma kau , aku,dan Mino saja !!"

 "Iya benar, kalian bertiga !! Kau , Mino , dan juga Atrees "

 "Atrees juga ?"

 "Atrees adalah pohon yang kita tanam 10 tahun lalu. Apalagi Atrees berada di belakang rumahku"

  Rasa kantuk yang sangat luar biasa tiba-tiba menyerangku aku menguap beberapa kali, sampai aku tidak bisa menahannya lagi dan menyandarkan kepalaku ke pundak Jungkook "Menurutmu aku ini apasih Jung sampai-sampai jika aku bersamamu sudah cukup membuatmu bahagia ?" Sial kenapa petanyaan seperti itu yang keluar dari mulutku !

  "Itu karena cuma kalian bertiga yang aku miliki saat ini ! Cuma kalian yang membuatku bahagia dan mau bermain denganku, kalian teman pertama yang aku miliki. Kau tahukan 'The Different' Jungkook yang kau kenal ini tidak punya teman sejak kecil kecuali kau dan Mino saja .Aku tidak habis pikir kenapa orang-orang berpikir bahwa Different is freak, Freak i a geek, And geek is alone. Berbeda berarti sendirian !!"

  Jungkook yang aku kenal sangat ceria, mesum, suka menggambar, pengkoleksi majalah porno jepang (Jangan tanya aku tahu dari mana) dan sedikit gila ini ternyata sangat kesepian. Mantoki, cuma itu yang membuatnya bahagia dan bagaimana jika aku sudah tidak bisa bertemu dengannya lagi. "Bukalah matamu setiap wanita di sekolah menyukaimu dan guru-guru pun menyukaimu karena kepintaranmu " Aku coba menyakinkan Jungkook kalau sekarang ia sudah tidak sendirian lagi "Mereka sudah bisa menerima keberadaanmu "

  "Aku memiliki ESP yang berbeda dengan kau, dan semua orang disekolah "


  "ESP itu apa Jungkook ?" Jungkook kembali mengemukakan perkataan dan istilah-istilah aneh lainnya

 "ESP adalah singkatan dari Extra Sensory Perception, yaitu kemampuan untuk mengetahui sesuatu diluar kemampuan untuk mengetahui sesuatu diluar indera manusia, disebut juga firasat dan firasatku..."


 "Hilangkan firasat anehmu itu...milikilah teman" Aku memotong perkataan Jungkook cepat

"..." aku kurang begitu mengerti apa yang Jungkook katakan setelahnya... karena kantuk yang sangat tidak bersahabat aku tertidur di pundak Jungkook , aku hanya berharap Jungkook tidak berkata apa-apa dan segera memiliki teman hanya itulah yang aku harapkan sekarang.



 BRUAAAAAAKKKKKKK




  suara keras itu telah membangunkanku dari tidur lelapku... aku segera itu berdiri dan keluar dari kamar guna menuju suara itu berasal...

 "Apa itu " Ucapku kaget setelah melihat 10 batang pohon tumbang... dan seorang gadis perpakaian kimono dengan kuping rubah yang berada di kepalanya dan sembilan ekor rubah keluar dari belakang tubuhnya, aura yang sangat mematikan bisa aku rasakan walaupun aku berjarak sekitar 750 meter dari tempatnya berdiri "Apakah itu Gumiho ?" aku mencoba meraba-raba dengan apa yang aku lihat saat ini. Salah satu siluman fiksi korea yang dari kecil sanggup membuatku ketakutan dan sekarang aku melihatnya sendiri dengan dua bola mataku ini. Aku mundur satu dua langkah kebelakang karena sangat ketakutan setelah merasakan hawa yang sangat menakutkan "Gumiho... apa itu gumiho asli dan bukan imajinasi ?"

 Seorang laki-laki misterius berlari menuju kearah gadis gumiho itu dengan cepat. Ia melompat dan menerjang si gadis gumiho "Duaaaarrrrrr" Kejadiannya sangat cepat sampai-sampai mataku tidak bisa melihat secara detail.. Si gadis gumiho berhasil menghindar , laki-laki misterius itu berputar searah jarum jam dan menyarangkan sebuah straight kiri ke arah gadis gumiho itu "Baaaammm" si gasid gumiho berhasil meredam straight si laki-laki misterius dengan tangan kanannya. Beberapa detik berselang si gadis gumiho menghempaskan tangan kanan si laki-laki misterius itu kearah kanan, bersamaan dengan itu si gadis gumiho berpuatar serah jarum jam dengan sangat cepat dan menabrakan kesembilan ekornya ketubuh dan wajah laiki-laki misterius , gerakan gumiho sangat cepat sehingga si laki-laki misterius tidak memiliki waktu untuk menghindarinya , laki-laki misterius itu terhampas sejauh 200 meter kebelakang. Sebuah tawa kecil keluar dari mulut gadis gumiho itu seakan-akan dialah pemenangnya, Laki-laki misterius bangun dengan mengusap luka di pipinya karena terkena ekor si gadis gumiho seprtinya laki-laki meisterius itu belum mau menyerah, sekarang aura laki-laki misterius itu berbeda dangan tadi "Sial cepat sekali.." Pekikku seakan tidak percaya dengan apa yang barusan aku  lihat. Ia bergerak dengan sangat cepat, dengan sekejap mata ia sudah berada di belakan si gadis gumiho , ia memegang salah satu daris sembilan ekornya dan memutar-mutarkannya berlawanan jarum jam dengan sangat cepat lalu meghempaskanya kearah sebuah ppohon dan "Bruuaakk " satu lagi pohon tumbang dikarenakan pertarungan ini "Ini....aura apa imi sangat mengerikan" sebuah aura sangat mengerikan menerkam tubuhku dan seperti menghancurkan seluruh tulang dalam tubuhku...

 Laki-laki misterius itu berjalan kearah gumiho dengan perlahan. Setiap langkahnya bagiku seperti ada aura yang mengerikan akan segera muncul. Si laki-laki misterius telah berada di hadapan gadis gumiho... sebuah lingkaran cahaya muncul dari bawah kaki si laki-laki misterius, lingkaran itu sangat indah dengan simbol-simbol yang mengitarinya dan salah satu simbol besar di tengah yang memperjelas apa teknik atau kemampuan yang akan dilakukan oleh pemakainya. Menyegel, sepertinya itulah yang akan laki-laki misterius lakukan kepada gadis gumiho. (Catch...catch...catch) Rantai-rantai berwarna perak muncul dari tanah, rantai perak itu berwarna sangat cerah berbeda dengan rabtai perak yang kau lihat sebelumnya. Rantai-rantai itu mengikat tangan, kaki ,dan leher si gadis gumiho.

  DUUUUUUAAAAAARRRR

 Sebuah rubah besar berekor sembilan yang sangat besar muncul .... "Apa gadis gumiho tadi berubah menjadi rubah besar itu?" Tanyaku dalam hati. Sebuah hembusan angin menerpa badanku sesaat setelah rubah besar itu muncul

 "Rrrrrrrrrrrr HUAAAAARRRRRRRRR " Rubah besar itu mengeram 2 kali  kearah laki-laki misterius . seeokr rubah besar yang mengerikan walaupun cukup indah dengan bulu berwarna putih yang bersinar. Si gadis gumiho tadi telah berubah menjadi rubah berekor sembilan, tebakan ku makin kuat setelah aku melihat rantai-rantai milik laki-laki misterius yang mengikat gadis gumiho tadi, terlihat juga di leher dan keempat kaki rubah besar tersebut.

Gleeeekkk

 Sebuah pukulan lembut namu bertenaga bersarang diantara leher dan pundak sebelah kananku. kepalaku pusing dan pandangku mulai hilang..... dan semuanya pun lenyap....


   Aku mencoba membuka mata dan memposisikan diriku untuk duduk dengan kaki yang terbujur lurus lemas. Aku menyandarkan tubuhku kedinding, aku menoleh kan kepalaku kekanan-kekiri untuk memastikan bahwa ini benar kamar Mayu yang di beriakan padaku..dan benar ini kamar pemberian Mayuyu . Aku menggapai tasku yang tergeletak disamping kananku guna untuk mencari kunci yang aku temukan dari tas Jungkook kemarin. Aku memutar-mutar kunci itu dan membuka setiap pikiran kenapa aku mengambilnya kenapa kunci ini begitu mencurigakan dan ditambah lagi aku mendapatkan mimpi tentang gadis gumiho yang sangat nyata bagiku. aku berdiri dan keluar dari kamar untuk mencari Jungkook guna bertanya padanya apa yang ia ketahui tentang kunci ini.." Jungkook" teriakku padanya

 "...." Namun tidak ada jawaban. Rumah ini sangatlah sepi. Aku menuju kamar Jungkook dan membuka pintu kamarnya dan mendapati ia tidak ada disana bahkan tas yang selalu ia bawa kemana-mana pun tidak ada. Aku membuka pintu kamar Mayuyu juga yang kebetulan berada tepat di depan kamar Jungkook..... Kosong kamar ini kosong

  Aku kembali kekamar dan mengambil tasku dan mencoba mencari mereka diluar.. "Sial... ini terkunci " pintu depan terkunci... aku terkunci sendirian di rumah Mayuyu

 (Gatcha) sebuah rangsangan hebat membuat diriku ingin ssekali memasukan kuci yang sedag aku pegan ini ke lubang kunci pintu ini.... seakan-akan bahwa kunci ini pas..

 Aku langsung masukannya dan apa salahnya mencoba....dan pas betapa terkejutnya aku. aku langsung memutar kunci itu dan pintunya secara ajaib terbuka...aku membuka pintunya dan keluar dari rumah Mayuyu aku menutup pintunya dan mencabut kuncinya dan baru saja beberapa langkah aku sudah mengerti bahwa ini bukan pemandagan dari rumah mayuyu lagi... Aku menoleh kebelakang dan rumah Mayuyu menghilang "Dimana aku ?" cetus ku yang lebih dari keheranan karena dalam 2 hari aku berpindah tempat sebanyak 2 kali   ini gila .

 Aku mulai berjalan tanpa arah... hanya lurus , lurus, lurus sesekali berbelok menghindari pohon (Maunya sih kenangan mantan ) aku berjalan tanpa henti berhara[ ada Jungkook disini atau kalau boleh arwah Mino... walau serem juga sih arwahnya ada disini, aku terus berjalan... dan sampailah aku di sebuah sungai dan melihat ada seseorang lagi asik memancing... sebuah kesempatan bagus untuk kau bertanya dimana ini

 "Excuse me ... can you speaking english " Ucap ku coba menegur

 "Yup, I can " laki-laki itu menegok kearahku dan terkejutlah aku....

 "Mino..... " Mino sekarang berada di hadapanku... Damn apakah dia Mino atau arwahnya atau ini masa dimana Mino masih hidup.........?

To Be Continoued

24/7 "anata ga iru no heaven" Chapter 2



Title              :  “24/7 anata ga iru no heaven”
Author          :  Ali D.Blood
Cast              : – Jeon Jung kook -Suzy Bae -Song Mino
Length          : Chaptered/Series
Genre            : AU,Action,Adventure,Fantasy,Mystery,Supernartural
Rating          :  PG-15
Summary       :  




    Suzy gadis cantik kelahiran 10 Oktober ini memiliki tinggi tubuh 166 Cm dan paras cantiknya iu mampu menghipnotis mata kaum adam apalagi suzy adalah ketua ekskul karate di sekolahnya .Sifatnya yang selalu menyebar senyum kesetiap orang itu pun memberi kesan tersendiri kepada orang yang mengenal dirinya.Renang adalah hobinya berbanding terbalik dengan Jungkook yang tidak bisa berenang


    “Good job Jung…”ucap suzy kepada Jungkook

    “Apa maksudmu ?” Tanya Jungkook

    “Pernyataanmu tentang Global Warming tadi di kelas”

    “Lalu ?”

    “Itu keren….eniwei darimana kau tahu tentang semua itu?”
 
    “Dari percakapan para daun dan pohon “ jawab santai Jungkook dengan melihat langit yang sangat cerah saat itu
 
    “Haeeeeeerrrrrr oh iya Jung nih kamu dapat bunga dari Ri Rin “Suzy menyodorkan bunga mawar dari Ri Rin ke Jungkook

    “Benarkah ?” senyum terpancar dari raut wajahnya “hmmm sepertinya emansipasi wanita sudah berlaku di negeri ini” lanjutnya.

    “Ha..ha..ha.. aku juga berpikiran yang sama,wanita memberikan bunga ke pria? Dimana harga dirinya sebagai seorang wanita” cetus suzy sambil memain-mainkan bunga mawar yang dipengangnya

  “Oh iya suzy apa bener kamu pacaran ama kakak kelas”Tanya Jungkook penasaran

  “Tahu darimana? Suzy balik bertanya

  “Aku tahu dari rumput yang bergoyang” jawab Jungkook asal

  “Ah..ngga mungkin,Jung.. perasaanku udah bener bener hilang” Suzy berkeluh kesah

  “Alah….apa sih kurangnya ? kemarin katanya ‘top abis tunggu kabar selanjutnya’ sekarang malah sok perfeksionis.. ngga bias menerima kenyataan aja kalau tiap laki-laki pasti ada kelemahannya…you can be selective, hunny..but you should not be too perfeksionist , lama-lama kau bakalan susah cari pacar.Semua karena dirimu terlalu idealis dalam melakukan proses pendekatan” sahut Jungkook

  “Aku bukan bermaksud sok perfeksionis…”

  “Cuma…? “

  “Masalahnya bukan itu…”

  “Jadi apa ? “

  “Ya, aku juga tahu tiap orang punya kelemahan.Tapi kan yang jadi pertanyaan, apa kita sreg atau ngga dengan kelemahan itu . Apa kita bisa menerima atau ngga. kau boleh bilang aku ini egois karena aku ngga biasa menerima kekurangan dia yang ini, sementara aku juga punya kelemahan, as human being, right ? tapi sorry , aku terlanjur ill-feel seketika…ya, kau tahu sendiri lah, namanya juga PDKT , semua serba di nilai , perasaan juga ngga bisa dipaksa-paksa”

  “Eh, bisa aja lagi, seiring berjalannya waktu”

  “Haeeeeeeeeerrrrrrr…seiring berjalannya waktu..”

  “Atau kita biarkan saja apa adanya seperti air mengalir…”

  “Heheheh air mengalir “

  “Atau kita serahkan saja pada rumpur yang bergoyang ?”

  “Haaaahhhhaaaaa…boleh juga tuh”

  “Let it flow lah “ Udara sejuk menerpa tubuh suzy dan Jungkook.Suzy sesekali membetulkan rambutnya yang bergerak-gerak di tiup angin.

  “But seriously , dalam kamus ku ngga ada yang namanya coba-coba if you feel that you don’t like the guy,then you don’t like the guy.If you feel that you like the guy. it has to be easier, because you like the guy. Karena kalau memang dia buatku, takdir akan memudahkanku untuk bisa melihat lebih jelas bahwa dia memang buatku ” Suzy berkata mantap

  “ Iya sih aku setuju.tapi bukannya kamu tadi cerita kalau kamu dari pertama sebenarnya suka sama cowok itu ?

  “Heah.. itu dia, aku sempat ngerasa kalau aku emang suka sama dia . Ada beberapa hal yang cukup menonjol dari dia yang bikin aku tertarik. Pinter, baik, ganteng. Kriteria umumlah.. Cuma…” Jungkook memandang suzy tanpa berkedip.

 “Cuma..ada sesuatu kejadian gitu deh”

  “Apa?”

  “Ah.,.kasian..”

  “Emang apa sih” Jungkook semakin penasaran

  “Ya…intinya ada kejadian gitu deh, pas lagi nge-date yang kedua pokoknya kejadian waktu aku sama dia lagi nonton, terus aku nyender sama dia…”

  “Nyender, iseng?”

  “Ya, whatever”

  “And then ? jangan di potong potong gitu dong, ah!”

  “Shit .this thing was so humiliating for him. Ngga tega aja aku jadinya…”

  “So like I know him aja gitu ? just spill the him, hunny..”

  “Just promise me thet you’ll never aks me who he is for real ,okay!!”

  “Iyee… emang ada apa sich ?”

  “Dia Bau Badan “

  “He what !!!! hahhaha…”Jungkook langsung tertawa terpingkal-pingkal.

  “Makanya aku ngga mau bilang orangnya siapa…cukup aku aja yang tahu,kasihan.”

  “Yeaaaahhhh.. no wonder if that’s the reason…”

  “Iya, aku juga jadi banyak mikir aja dan mulai bertanya tanya. I mean, why does plus three minus one feels like it equals up to zero ?”
    “Maksudnya ?”
  “Ya.. gambarannya kan berarti gini, dia punya tiga kelebihan utama, pinter,ganteng,baik.Plus tiga. Minus satu. Plus tiga minus satu hasilnya nol. Zero”

  “ 3-1=0 ! bagus juga filosofi mu. Tapi emang kamu ngga ngerasa kamu terlalu dangkal dalam berpikiran ? Bisa saja kan emang kebeneran dia kehabisan deodoran ?”

  "Dangkal ? Maaf, tapi ternyata menurut aku tidak ada yang salah dengan menjadi perfeksionis ? Aku ngga bermaksud untuk bersikap dangkal , tapi untuk hal-hal tertentu, bagiku failure is a big no " Sahut Suzy mantap

  " Ah... kamu ngga asik banget "

  "Ngga asik? Gini deh... sebenarnya bagi sebagian orang, hal itu merupakan hal kecil. But sometimes you just see that there are 'big things' behind small things.

  "Big thing behind small thing or.... big things behind smelly things ?"

  "Hahahaha !!! Why not both !!" mereka berdua tertawa terbahak-bahak

  "Kapan-kapan ,kalau aku jadi sosiolog, aku akan bikin penelitian tentang hubungan manusia yang aku kasih judul 'Paradoks ketiaks: Big Things in Small Things , keren ngga tuh ?"

  "Hahahah setuju,setuju"

    Atrees adalah nama dari sebuah pohon . Jungkook,Mino, dan Suzy menanamnya di halaman belakang rumah Jungkook 10 tahun lalu. Sebuah pohon yang sering digunakan mereka untuk bermain saat masih kecil dan juga sebagai tempat favorit Jungkook untuk menggambar dan brainstroming.

    "Atreess tadi aku mengemukakan pendapatku tentang pemanasan global dan seperti biasanya semua orang terkesima mendengar jawabanku..." Ucap Jungkook pada Atrees yang hanya sebuah pohon.. " Heheheh... andaikan mereka semua tahu kalau pendapatku tadi berasal dari sebuah pohon, sahabat terbaikku..." Jungkook duduk bersandar di bawah Atrees. Jungkook mulai menggambar, melanjutkan komik buatannya yang sempat tertunda "Hey Atrees menurutmu adegan ini seharusnya bagaimana ?" Jungkook kembali berbicara dengan Atrees , tentu bukanlah jawaban yang Jungkook dapatkan namun cuma udara yang berhembus dengan lembut.

      "Ide yang bagus Atrees..." Ucap Jungkook seolah-olah pohon itu memberinya sebuah pemikiran atau ide yang sangat membantu dirinya.
  Angin berhembus dengan perlahan dan menenangkan dan salah satu dari jadwalnya sehari-haripun ia laksanakan yaitu tidur... dibawah Atrees.



    "Besok aku akan melakukan observasi ! menurutmu tantang apa ya, Jung Ho ?" Tanya Suzy kepada boneka kesayangannya itu.

  "Iiiiiihhhh kok diem aja sih...." Gerutu Suzy pada bonekanya itu.

    "Hehehehhe what a folls i am. I'm talk with a hare doll and i hope an answer ?" Suzy menaruh Jung Ho di samping bantal sebelah kirinya. Dia beranjak dari kasur dan mengarah ke rak buku guna mencari sebuah buku, ia memilah satu persatu dan akhirnya ketemu 'The Adventure of Masotoki' sebuah novel karya Myu Okita tahun 1789 dia membuka halaman novel tersebut lembar demi lembar. kertas dari novel itupun sudah berwarna sedikit kecoklatan . Novel yang dimiliki Suzy itu merupakan cetakan ke 15 setelah ditulis ulang oleh yuki hanarin tahun 1932 dan yang Suzy miliki ini adalah cetakan terakhir tahun 1944. Nara Okumura tokoh utama dari novel tersebut merupakan sosok yang pemberani , pintar , suka menyendiri, dan sedikit gila. Tokoh yang selalu di impikan oleh Suzy "Andai saja aku bisa bertemu dengan dia " ucap suzy setiap melihat 5 lembar terakhir dari novel itu. Gambar yang bersada di lembar-lembar terakhir itu seakan menghipnotis Suzy untuk tambah mencintai karakter fiksi terzebut.

  "Kring ... kring... kring..." suara bell rumah suzy

  "Oh ...iya siapa ya?" Suzy membuka pintu.Terlihatlah Jungkook dengan pakaian hitam bertuliskan ' Hood By Air' berwarna putih disebelah dada kanannya. Jungkook juga membawa barang yang telah ia persiapkan sebelumnya.

  "Hai Suzy" Sapa Jungkook

  "Oh... Jungkook ayo langsung aja kekamarku !" Ajak Suzy

  "Kau mengajakku kekamarmu?" Tanya Jungkook keheranan.

  "Memangnya kenapa ? aku cuma butuh saranmu untuk barang yang nanti akan aku bawa"

  "Hmmmmmmm   baiklah " Ucap Jungkook yang masih tidak percaya Suzy membiarkan laki-laki masuk ke kamarnya apalagi ia sedang seorang diri di rumahnya. Kamar dengan nuansa warna pink dan wallpaper dari salah satu tokoh anime dari Naruto yaitu Hinata menghiasi kamar Suzy semua tertata rapi mulai dari boneka, buku, tempat tidur, dan barang-barang suzy lainnya tertata rapi. Semua berada di tempatnya masing-masing.Hampir 45 menit mereka memilih barang yang Suzy akan bawa.

  "Kita jadi ke desa 'San Go Hyun' ?"

  "Iya jadi ...!!!"

  "Emangnya kau sudah pesan tiket kereta api ?"

  "Sudah... Suzy.."



  "Kau bawa baju ganti ?" tanya Jungkook melihat Suzy memasukan baju kedalam tas bawaannya.

  "San Go Hyun adalah desa yang indah ... sudah lama aku ingin kesana !" Terang Suzy

  "Jadi.. apa hubungannya dengan baju ganti? apa kau ingin tinggal di sana untuk beberapa hari ?" Tanya Jungkook lagi

  "Maunya sih gitu... tapi, ngga mungkinkan aku tinggal beberapa hari. Bagaimana jika kedua orang tua ku sudah datang dari Bali dan mereka melihatku sedang tidak ada di rumah.. bisa-bisa panjang urusannya , jadi aku bawa baju banyak untuk foto-foto disana dengan baju yang berbeda..."

  "Dasar narsis !!! "

  "Eh biarin... bisanya cuma sirik "

  "Oh.. iya sebelum kita ke stasiun kita mampir ke tokonya Pak Tua Park dulu nyok " Ajak Jungkook

  "Eh.... ngapain" Tanya Suzy

  "Membeli sesuatu..." Jawab Jungkook

  "Beli apaan ?"

  "Nanti kamu akan tahu sendiri"


    Toko tua milik Pak Tua Park adalah salah satu dari sejarah Jungkook, Mino, dan Suzy. Di tempat itulah mereka membeli barang-barang tua yang mungkin menurut sebagian orang tidak berguna. Barang-barang dari toko tua itu mereka beli dengan uang mereka sendiri hasil dari menabung , menyisihkan uang saku sekolah. Barang yang sudah tidak berguna mereka sulap menjadi barang yang menyenangkan bagi mereka.

    "Pak tua ... aku datang" ucap Jungkook sambil membuka pintui toko tua itu..

    "Oh.. ternyata kamu Jungkook sebentar aku akan ambilkan barang pesananmu" Pak tua beranjak dari kegiatannya yang sedang membetulkan radio tua

    "Sudah lama aku tidak kesini lagi... kamu masih suka kesini Jung ?"

    "Masih... "

    Pak Tua park kembali dari mencari barang pesanan Jungkook dengan membawa sebuah kotak kardus polos "Ini dia pesananmu Jungkook" Ucapnya.

  "Terimakasih pak, ini uangnya "

  "Tidak terima kasih kau bisa menyimpan uangmu untuk kau pergunakan nanti !! " tolak Pak Tua Park

  "Kalau begitu jangan menolak pemberianku yang satu ini.." Jungkook mengambil kue dan beberapa obat dari dalam tasnya. Ini... jangan lupa obatnya di minum dan kuenya dimakan, ini kue buatanku sendiri lho Pak Tua ,jadi aku jamin 1000% kalau ini enak, enak ,dan enak jangan lupa ya Pak Tua Park" Jungkook mengulurkan benda-benda itu ke Pak Tua Park

  "Kau ini dari dulu... selalu memanggilku dengan sebutan Pak Tua dimana sopan santunmu sebagai orang yang peduli dengan orang tua seperti diriku ini?"

  "Pak Tua adalah inspirasiku kalau kau tidak membantuku mungkin aku ini seperti anak autism lainnya diluar sana yang kuran beruntung. Terlepas dari sopan atau tidak sopan bagiku 'Pak Tua" adalah sebuah jabatan istimewa di mataku "

  "Istimewa kah ? Kalau begitu jangan sampai jabatan ini berpindah ke tangan orang lain!! "

  "Pasti... Pak Tua"

  "Kau... dari kalian bertiga... kau nomer ..."

  "Kalau aku nomer berapa kek ?" Tanya Suzy memotong pembicaraan.

  " Kau ini aku sedang mendalami peranku untuk menagis.. malah kau ganggu , air mataku yang hampir turun jadi naik lagi kan !!! " sedu Jungkook

  "Hahaha sudahlah jungkook di cuma bertanya... kau lah yang terbaik Suzy "

  "Hueeeekkk ... lihatlah aku yang terbaik... "Suzy menjulurkan lidahnya dan menarik kantung mata kanannya dengan jari telunjuk seraya meledak Jungkook

  "Setelah Jungkook " Lanjut Pak Tua Park

 "Ah... Kakek.." Ucap suzy dengan nada sedikit kecewa mendengarkan perkatan Pak Tua Park. Jungkook tertawa terpingkal-pingkal

 "Kau ini sudah tumbuh semakin cantik saja suzy.. " Pak Tua Park mencoba menghibur Suzy

 "Makasih kek... " Senyum kembali berada di wajah Suzy

 "Cepatlah kalian pergi nanti ketinggalan kereta "

 "Baiklah" Ucap Jungkook dan Suzy bersamaan

 "Dan untukmu Jungkook selesaikanlah apa yang telah menjadi tugasmu "

 "Itu akan aku lakukan... " Jawab Jungkook dengan mantap



 Mereka datang ke stasiun pukul 10:45 am dan berangkat menuju San Go Hyun pukul 11:00 am

  "Jungkook apa kau suka membaca novel " Tanya suzy pada Jungkook yang sedang sambil mendengarkan musik di depannya

  Jungkook spontan melepaskan headphone dari kepalanya "Ngaa tertalu sih.. walaupun aku juga sering nulis-nulis untuk bikin ff atau semacamnya. Kalau ceritanya menarik aku mau baca"

 "Benarkah...kalau begitu aku punya hadiah buat kamu " Suzy mengambil novel favoritnya itu yang ia letakkan di dalam tasnya "Nih.. dijamin seru... apalagi si tokoh utama"

"Benarkah.. jadi penasaran " Jungkook terkesima

  "Oya.. benda dalam kardus itu emang isinya apaan ? Tanya Suzy penasaran

"Ouch .. aku hampir saja lupa" Jungkook menepuk dahinya . Ia membuka kardus yang ia beli di toko tua tadi dan ternyata kardus itu berisi kamera bermerk nikon yang sudah usang.

 "Sebuah kamera tua ?" Tanya Suzy masih tidak percaya

"Memangnya kenapa ? " Tanya Jungkook balik

 "Ya ta...ta..tapi kan kamera hp ku lebih bagus dari itu, 13 Mpx kau tahu " Jawab Suzy sebal

 " Youl'll never know untill this old cymera will bring new experience in your life " Ucap tenang Jungkook dengan senyum di wajahnya...

    02:15 pm mereka berdua sampai di San Go Hyun desa yang indah dengan alam yang terawat tanpa polusi, tanpa asap kendaraan bermotor , dan terpenting tanpa kehidupan kota yang menyebalkan. Museum Musim Semi itulah tujuan Jungkook datang kesini tujuannya adalah observasi tentang Museum Musim Semi.

  "Kita berada di hari yang tepat bukankah begitu suzy." Ucap Jungkook sambil memandangi dan memotret pohon sakura didepannya dengan kamera tua tadi

 " Iya ... kita beruntung banget bisa melihat pohon sakura di tempat ini..."

 "Apa cita-citamu Suzy ?"

  "Heah kok tiba-tiba bicara soal cita-cita sih!! "

  "Ngga tahu kenapa nih.. aku tiba-tiba ingin bicara soal cita-cita "

  "Aku ingin jadi fotografer. Fotografer handal yang bisa membidik objek biasa jadi terlihat luar biasa.."

  "Cita-cita yang keren."

  "Kalau tentang cita-citamu aku ngga tertarik mengetahuinya yang ingin aku ketahui adalah pendapatmu tentang cita-cita. Menurutmu cita-cita itu apa?"

  "Menurutku.....hmmmm cita-cita adalah suatu hal mendasar buatku. Cita-cita dapat dijadikan pedoman hidup bagiku untuk menentukan tujuan hidup, dan menurutku juga cita-cita bisa menunjukan siapa kita sebenarnya kepada semua orang."

  "Pemikiran yang bagus"

  "Eniwei.. soal fotografer beruntung ya kamu bisa sekalian belajar.. dari observasi ini banyak pemandangan bagus disini !!!"

  "Iya sepertinya dewi fortuna sedang berpihak padaku untuk saat ini " semyumnya
  "Kau masih ingat pernyataan guru seni kita yang berkata bahwa 'Fotografi lebih tepat disikapi sebagai wahana ekspresi diri dan sarana berkomunikasi secara visual, ketimbang hanya sekedar "seni" sebut saja begitu secara ekstrim , fotografi bisa lebih berperan sebagai pembawa misi untuk kebaikan harkat hidup manusia' kau setuju sama pernyataan itu ? tanya Suzy

 "Ngga ..!!" Jawab Jungkook langsung

 "Kenapa ? "

 "Kalau fotografi dianggap sebagai seni. Ya ngga adil dong buat seni lukis, seni patung, seni tari, dan sebagainya. Soalnya dalam mendalami seni-seni tersebuat di butuhkan bakat"

 "Trus... kalau fotografi!!"

 "Sedangkan seni fotografi hanya memerlukan uang untuk membeli kamera yang diperlukan, lensa, dan berbagai peralatan lainnya dan jadilah ia seorang fotografer, untuk seni lukis dan teman-temannya itu tentu tidak mudah untuk menekuninya kita memerlukan something yang disebut bakat atau talenta, sementara seni fotografi semua orang bisa melakukannya"

  "Apa maksudmu ?"

 "Apakah pantas kalau kita menyejajarkan seni fotografi dengan seni-seni lainnya yang aku bilang sebelumnya"

  "Jika seni lukis dan teman-temannya itu dalam hal imajinasi dan kreatifitasnya bisa dituangkan langsung. Kalau fotografi, terkadang terkendala dalam berhubungan dengan objek seninya" Ucap suzy

 "Ya iyalah...kan objek seninya juga seringkali sesuatu yang hidup "

 "Nah.. itu dia! Taruhlah jika objeknya adalah manusia, terkadang fotografer memiliki kesulitan untuk menyamakan visi dengan sang model tersebut, ngga kayak seni lainnya yang dapat diciptakan sesuai dengan keinginan penciptanya, jadi ya pantaslah jika seni fotografi disejajarkan dengan seni-seni yang lain. "Kata Suzy berapi-api

  "Kalau begitu , pemahaman tentang seni fotografi bisa dibilang relatif dong !" Jungkook menjentikan jarinya seakan-akan mendapatkan sesuatu tentang seni fotografi

  "Tergantung dari sudut pandang mana orang memahami seni fotografi, karen untuk sebagian orang, ruang lingkup, imajinasi seni fotografi berbeda dengan seni-seni yang lainnya " tambah Jungkook

 "Ya.. terserah orang mau bilang apa, tentang seni fotografi itu sendiri " Suzy ikut menambahkan.

    Jungkook mengajak Suzy untuk masuk kedalam museum. Terdapatlah sebuah lukisan yang langsung menyita perhatian meraka berdua. Lukisan lama yang menggambarkan keadaan desa yokohama sekitar satu abab yang lalu, Suzy meminjam kamera tua yang dipegang Jungkook untuk ia gunakan memotret lukisan indah itu

  Suzy mengarahkan kamera tua itu kearah lukisan..." Apakah kau masih ingat kata-kataku di kereta tadi ?" Ucap Jungkook yang spontan membuat Suzy kaget dan tidak jadi mengambil gambar

 "Apa ?" tanya Suzy kesal

 " You'll never know untill this old cymera will bring new experience in your life !!!" Jungkook coba mengingatkan

 "Ingat memangnya kenapa ?"

"Firasatku berkata bahwa itu akan terjadi "

 "Simpanlah firasat bodohmu itu dan biarkan aku memoter lukisan indah ini " Ucap Suzy seakan tidak peduli dengan perkataan Jungkook. Suzy kembali mengarahkan kamera itu ke arah lukisan, Suzy memutas lensa kamera tanpa sepengetahuan Jungkook . Sebuah cahaya muncul dari lensa kamera tersebut... dan suzy menekan tombolnya...

 "KLIK....."

24/7 "Anata ga Iru no Heaven" Chapter 1




Title              :  24/7 "Anata ga Iru no Heaven"
Author          :  Ali D.Blood
Cast               : – Jeon Jungkook   -Suzy Bae  -Song Mino
Length           : Chaptered/series739 words
Genre            : AU,Action,Adventure,Fantasy,Mystery,Supernartural
Rating           :  PG-15
Summary       :  



 Jeon Jung Kook laki-laki kutu buku yang merupakan laki-laki terpintar di sekolah,siswa yang tidak pernah mendapat nilai di bawah seratus atau dengan kata lain ia tidak pernah keliru menjawab setiap soal yang diberikan guru kepadanya bahkan ia pernah mempermalukan guru matematikanya sendiri di depan empat puluh murid yang sedang diajarnya dengan satu soal yang membuatnya bingung setengah mati.selain kepintaran yang dimilikinya Jung Kook juga memiliki paras yang rupawan bahkan banyak perempuan di sana yang menyebut Jung Kook adalah sosok yang sempurna,hampir semua perempuan di sekolah ingin menjadikan Jung Kook sebagai kekasihnya.Walaupun demikikan “Tidak Ada Manusia yang Sempurna” merupakan peribahasa yang tepat melihat keadaan Jung Kook saat ini,dengan segala kelebihan yang ia miliki Jung Kook tetap saja manusia yang memiliki banyak kekurangan.Jung Kook adalah anak autis dan seperti halnya anak autis pada umumnya, Jung Kook selalu berada di dunianya sendiri, dia juga berbicara dengan dirinya sendiri dan banyak orang yang menyebut bahwa anak ini aneh dan gila. Namun sebuah studi di Harvard University menunjukan bahwa berbicara dengan diri sendiri membuat seseorang menjadi lebih pintar.mungkin hal ini yang membuat Jung Kook jadi pintar.


    “Lagi-lagi ia tertidur di sini” ucap tipis dara cantik berusia 16 tahun pada tahun ini itu.namanya suzy perempuan yang telah menjadi sahabat Jung Kook sejak kecil
    “Hei…Jung Kook ayo bangun”ucap Suzy sambil menggoyang-goyangkan tubuh Jung Kook berharap agar ia segera bangun.suzy menggoyangkan tubuh jung kook berkali-kali sampai jung kook berhasil terbangun dari tidurnya
  “Jam berapa sekarang?” Tanya jung kook dengan nada pelan
  “sekarang sudah jam setengah dua sinag dan sebentar lagi Bu Ana akan segera masuk kelas cepat atur dirimu dan kembali ke kelas”jawab suzy tegas
  “Baiklah…” seketika jung kook berdiri dengan penuh semangat
  “Oh iya Jung apakah tidur di pojok ruangan perpustakaan adalah agendamu setiap hari?”sindir Suzy
  “mungkin itu salah satu hobiku” jawab Jung kook dengan senyum di bibirnya


  Jam dinding menunjukan pukul 14:45 yang menandakan bahwa mata pelajaran yang di ajar Ibu Guru Ana akan segera selesai.” Apa yang kalian pikirkan..tentang pemanasan global dan polusi udara yang terjadi akhir akhir ini”
  Semua murid di kelas menjawab nya dengan penuh semangat kecuali the different Jung Kook, ia hanya terdiam di pojok belakang kelas.Guru Ana bertanya pada muridnya satu perastu tentang cara menanggulangi pemanasan global dan polusi udara dan semua murid menjawab dengan antusias.
  “Jung Kook apa pendapatmu tentang polusi udara dan global warming akhir akhir ini?”
  “…” Jung Kook diam saja dan tidak menjawab pertanyaan gurunya
  “Jung Kook..apa kau mendengar pertanyaan Ibu?”
  “Tidak..”
  “Tidak ?” ucap guru ana keheranan
“Tidak… akuridak bias melontarkan pendapatku disini” ucap Jung Kook
    “Ayolah Jung.. katanya kau ini pintar tapi mengemukakan pendapat saja susah setengah mati” ucap seorang teman Jung Kook dengan nada menyindir.
  “Sudahlah Nam..semua berhak mau mengemukakan pendapatnya atau tidak!”Suzy mencoba membela Jung Kook
  “Halah, kau ini tahu apa sih..pendapat bukanlah sesulit soal matematika maupun fisika!!!!”
  “Aku tahu.. tapi itu hak Jung Kook untuk berbicara atau tidak”
   Jung Kook seketika berdiri dari tempat duduknya "Nam.. kemarin aku melihatmu ditaman dekat alun-alun kota ,aku melihatmu mengukir namamu dan nama pacarmu dengan gambra hati ditengahnya disebuah tumbuhan bernama latin pterocarpus indicus willd atau yang lebih kita kenal dengan sebutan pohon angsana"
 "Lalu apa hubungannya"
  "Kau berbicara tentang menyayangi lingkungan tapi aku melihatmu membunag sampah sembarangan. Kau bicara tentang mencintai tumbuhan,tapi kenapa kemarin aku melihatmu melukai tanaman ? dan itulah kau Nam kau menyayangi tapi tak memberi arti, kau mencintai tapi menyakiti"
 "Kau ini berbicara apa Jeon Jungkook ? aku ingin kau bicara tentang pendapatmu tentang pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini,lalu kenapa kau bicara mengenai apa yang aku lakukan kemarin heah?"
    “Baiklah jika kau memekasanya Nam..akhir-akhir ini aku dapat merasakan dampak dari pemanasan global.Semakin manusia merusak bumi,semakin besar pula dampak yang ditimbulkan.Orang berteriak Save Our Earth ! Save Our Planet ! ketika mereka gencar menanam beribu-ribu pohon di berbagai penjuru dunia, pemanasan global itu tidak menjadi lebih baik. Mau tahu alasannya ? mari kuberi tahu satu rahasia tentang pemanasan global.Pada saat mereka, gencar mencanangkan progam seribu pohon di mana-mana yang di pandang sebagai solusi untuk menyerap karbondioksida, kemampuan pohon untuk menyerap karbondioksida hasil aktivitas manusia ternyata tidak mampu lagi menjadi solusi dari pemanasan global” Jung Kook menghela napas
    “Kujelasakan secara singkat. Gas-gas karbondioksida yang timbul akibat kegiatan kalian diserap oleh pohon.Gas-gas kerbondioksida yang timbul akibat kegiatan kalian diserap oleh pohon untuk di lepaskan pada masa yang akan dating,tapi ini bukanlah akhir dari proses yang kalian kira merupakan sebuah solusi.pada kenyataannya,temperature yang semakin tinggi akibat perubahan iklim membuat peran para pohon bebalik dari penyerap manjadi produsen gas karbon tersebut lewat proses penguraian yang lazim para pohon lakukan pada musim-musim akhir pertumbuhannya.Dengan sangat menyesal kukatakan bahwa mereka bukanlah penyelamat sejati untuk bahaya pemanasan global pada masa kini”
  Sesaat setelah Jung kook memberikan pendapatnya bel sekolah pun berbunyi menandakan kegiatan disekolah telah usai
  “Baik anak-anak karena berhubung besok kalian libur 3 weeks Bu Ana akan member kalian PR. Satu kelompok dua orang tugasnya observasi, tentang apa ? bebas!!.. baiklah pelajarannya Ibu akhiri selamat sore”

To  Be Continoued